Waktu,,,,,
Waktu pernah menyayat jiwa yang sedang tenang
Setenang telaga,,,waktu itu
Waktu pernah membelenggu dalam ketidakpastian
Bagai ombak,,,,waktu itu
Waktu telah meremuk hati ,,,
Bagai serpihan kertas,,,,, waktu itu
Waktu telah merejam, menusuk dan mencabik-cabik pikiran
Yang waktu itu,,,,, sungguh sedang sebenderang bulan purnama
Waktu,,,,
ya waktu itu
Langkah terhenti, nadi tak berdetak, jantung seakan diam membisu
Mata menatap kosong seisi dunia
Telinga membisukan riuh nyanyian burung
Hidung hembuskan kesakitan yang begitu dalam
Tangan mencoba menjamah keadaan yang khusut,,,,
owh,,
owh,,
owh,,
malamku,,,,pagiku, dimana
dimana setiap detik waktu berlalu kala itu
malam tak berbintang
pagi tak bermentari
menggigil dalam pelukan kegelapan
meronta dalam terik
jiwa mati yang berusaha bangkit
jiwa setengah mati yang mengharap bisa kembali hidup,,,,,
tatih tatih tertatih,,,,
merangkak, merengek menjerit, meronta
mencari cari entah apa yang dicari
mencoba mengembalikan yang hilang
tanpa mengerti entah apa yang hilang
makin sesak makin terpenjara
kala air mata mengering waktu itu,,,
sungguh,.....pikiran melambung waktu itu
seribu tanya tak tanpa jawab
inikah akhir dari pusara yang selama ini berputar-putar
inikah keadaan yang akan segera membunuh jiwa
hingga benar-benar hampir mati
hampir,,,,
ya hanya hampir
tapi belum,,,,,
lari cepat,,,,
cepat lari
cepat secepat mungkin
ketengah gurun
ketepi lautan
kedalam hutan atau ketepi jurang
atau kelembah yang terasing
dan lihatlah,,,gunungpun mencoba menawarkan pelukan
tapi akh,,,, tidak,,,,,
biarkan berteriak hanya pada-Nya
mengembalikan semua pada-nya
sebagai pemilik jiwa raga ini
hampir terbunuh keadaan
telah tergulai lemah tanpa daya
akankah Engkau hanya diam,,,tak mungkin
tak mau mati tersungkur patah harap wahai Sang Penyelamat
tak mau terongrong kesakitan wahai Sang Penyembuh
tak mau dan sungguh tak mau tertusuk ujung tombak dunia wahai Sang pemilik Kerajaan
rangkailah kisahku seindah seperti Kau mau wahai Sang Pemilik Ketentuan
namun berilah sedikit nuansa terindah
ketika lelah segerakanlah kembali menyusun tenaga
jangan,,,,
jangan putuskan tali yang selalu terikat kuat di bahu-Mu
biarkan tetap terikat
walau hanya memiliki sisa gairah
pastikan semua akan kembali bergema
tak usah Kau mudahkan semua ini
cukup perhatikan, jangan sampai Kau tinggalkan
buatlah teriakan yang hanya tertuju pada-Mu
menjadi teriakan kebangkitan yang lebih sempurna
tak dibutuhkan penyelamat selain Kau
Kau yang akan dan pasti mengangkat kembali
Kau yang sungguh telah melepaskan dari murkanya waktu itu
Kau ,,,,,dan benar-benar hanya Kau
Walau waktu kini kembali merejam
Waktu itu telah membuktikan
Takkan pernah terkalahkan oleh waktu
Karena-Kau,,,selalu menjaga
Waktu itu memaksa untuk mengeja badai
walau kini kembali badai itu datang
gentar telah enyah
murkanya badai teralalui
kini hanya sisa
dan waktu,,,,
takkan ada sesal dalam tiap detak waktu
inilah cara merengkuh waktu
terang selalu ada
selalu bersinar
jangan biarkan padam
hingga waktuku benar-benar tiba
kembali hanya pada -Mu
Kutowinangun, 9 Februari 2014 22:52PM

No comments :
Post a Comment