Matahari bersinar begitu indah, karenanya pagi begitu hangat sinarnyapun begitu benar- benar benderang. Lagi dan lagi, masih bisa kutemui hari dan mentari aku selalu berfikir hariku Akan terhenti mentari takkan bisa kupandangi lagi, namun ternyata Tuhan masih menginginkan aku untuk bermain di dunia milikNya, menikmati semua permainan, dan merasa kan semua rasa yang hanya ada di dunia ini.
Walau sesungguhnya aku lelah dan ingin pulang, namun entah mengapa lagi dan lagi aku ingin selalu bertahan dan terus berharap bisa lebih lama ada disini. Mungkin karena banyak jawaban atas pertanyaanku yang belum aku temukan, atau mungkin karena memang belum waktuku untuk pulang.
Namun Tuhan,,,, aku tak yakin apakah aku masih layak dan sanggup untuk bertahan saat ini, semua yang pernah kumiliki didunia ini,,,selalu berganti, selalu hilang dan lagi aku harus mencari, aku tak lelah,,, hanya saja kadang-kadang itu semua terlalu menyakitkan, betapa tidak,,, aku menyusunya dari tak berbentuk,,, hingga menjadi sebuah bagian, bagian demi bagian aku sentuh dengan penuh kasih dan sayang hingga menjadi sebuah kebahagiaan,,,,, dan tiba-tiba semua itu kembali jadi kepingan,,,,sekali lagi dan lagi aku memulainya,,, dan lagi semua menjadi kepingan bahkan kini nampaknya kepingan itu tak lagi layak untuk kembali aku susun.
Adalah sebuah perjalanan hidup yang sangat tak mudah, cinta,,,, cinta yang telah meredam hati yang tenggelam dalam keputusasaan, yang menyelamatkan dari ketidak berdayaan yang telah merengkuh dari keterpurukan, kini entah kemana,,, entah dimana. Semua seperti kunang-kunang yang hanya hadir di malam hari,,,, terbang kian kemari diantara gelap, dengan sedikit cahaya yang hanya bisa membuat hati terhibur namun tak sanggup untuk membuat hati ini bertahan mengaguminya,,, karena ia terus berterbangan,,,dan menjauh dari pandangan, dan bahkan pergi menghilang entah kemana. Begitupun dengan derita cinta ini, semua telah dilalui bersama, suka dan duka membuat cerita cinta makin bermakna, menyerah dan bangkit lagi, terjatuh dan bangun lagi, selalu mencoba lagi dan lagi, mencari dan menelisik apa yang sebenarnya membuat cinta ini menjadi seperti kabut yang menyelimuti mega, selalu meyakini bahwa semua ini hanya sebagai pelengkap cerita. Terus menghibur hati, berusaha mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku tetap menjadi milikku, namun semua sudah tak lagi bisa, semua sudah tak menjadi yang seharusnya, semua sudah bagai cerita yang berakhir, seperti apa mencoba untuk sekali lagi mencoba,,, hanya sia-sia.
Cinta yang dulu menjadi penyelamat dalam hidupku, kini telah benar-benar berlalu. Walau begitu apa yang kini tersisa hanyalah rasa syukur, setidaknya cinta yang pernah aku miliki telah sanggup membuatku mengerti bahwa inilah cerita hidup yang sesungguhnya, ini semua nyata, dan harus bisa diterima, bahwa hidup dan kehidupan tak selamnya sama, apa yang pernah kita miliki tidak selamnya menjadi milik kita, apa yang kita temuipun akan berlalu walau lagi kan kau temui,,, mungkin lagi kan berlalu,,, bagai siang dan malam, bagai rembulan dan mentari, bagai lembayung dan badai,,,,,terang dan kembali gelap,,,hujan dan berakhir dengan pelangi yang penuh warna.
Apa yang kini ada hanyalah keyakinan apa yang kita temui pasti akan berlalu, apa yang pernah menjadi milik kita bisa saja terengkuh oleh waktu,,,,, kita bisa menemukanya,,, dan kitapun bisa kehilangannya,,, walau rasa yang tersisa
hanyalah kesakitan, namun biarkan semua itu tetap menjadi bagian dari cerita hidup ini,,,,apapun itu Tuhan tak kan mungkin membuat naskah hidup kita tanpa makna, Tuhan takkan mungkin membuat cerita hidup ini tak beralur, air mata ada hanya untuk membuat mata kita lebih jelas menatap indahnya dunia, hati yang meredup hanya untuk membuat kita mengagumi ribuan bintang di dalam gulita, jiwa yang tersungkur hanya untuk menguatkan pijakan kaki kita diatas bumi, jika ada tawa, jika ada harapan, jika ada rasa ikhlas dan sabar,,,, jika ada TUhan yang selalu membuat cerita hidup kita sedemikian rupa, mengapa harus takut, kenapa harus ragu esok mentari tak sanggup ku tatap lagi, Tuhan tak pernah tidur, Tuhan tak pernah membuta, " Tuhan bisa mengukur sampai kapan aku menjadi pemeran yang selalu sanggup bertahan dalam kondisi apapun,,,,hingga aku berbisik Tuhan ,, "TUHAN AKU TAK SANGGUP LAGI,,,,".
Dalam hidup ini kita semua membangun mimpi, dan merajut harap dan semua itu tak mudah,,, semua itu penuh perjuangan,,, dan dalam setiap perjuangan selalu ada rasa kita harus mendapatkan apa yang kita perjuangkan, namun jika kita kembali ingat bahwa kita hanya seorang pemeran, perjuangan dalam kehidupan kita hanyalah bagaimana kita bisa menjadi pemeran yang baik, yang bisa menjalankan semua cerita yang telah disusun-Nya,,,, tidak lebih. Cinta dan air mata, harapan dan impian,,, semua takkan pernah padam,,, hingga nanti,,,, hingga Tuhan telah menentukan,,, "CERITA HIDUPMU TELAH BERAKHIR PULANGLAH,,,,,"
