Friday, 14 November 2014

jika tak berharga,, biarlah sekedar memiliki makna



Dua bulan lagi, genap setahun aku bersama orang-orang yang sebagian besar memiliki kegagalan dalam hidup, namun ingin kembali bangkit, bahkan ingin merajut mimpi yang lebih indah. Sungguh tak terasa, waktu begitu cepat berlalu dan bergulir. Tenagaku untuk apa yang telah aku lakukanpun,,,bukan tanpa harga. Namun jauh dari sekedar apa yang kudapatkan, semua yang aku temui dan aku jalani sungguh tak sengaja membuat mata hatiku makin terbuka lebar. Bayaran tenagaku yang disebut gaji, lebih dari cukup,,,,, dan selebihnya, sungguh aku tak menyangka betapa arti kehadiranku diantara mereka sungguh bermakna dan itu jauh lebih membuatku lebih merasa hidup.
Betapa tidak, selama ini aku hanya terbelenggu dalam kebimbangan,,,,mencari celah untuk sedikit merasakan arti dari sebuah kehidupan nyata, dan tak kusangka Tuhan tak hanya memberiku kesempatan, namun Tuhan sepertinya memberiku tanggung jawab yang begitu besar. Sungguh apa yang pernah aku impikan dalam hidup ini menjadi nyata dalam rupa. 
Walau diawal sempat aku tertegun, dunia apa ini, mengapa begitu banyak orang membagi salam dan senyum, mengapa mereka semua ada di tempat ini,,, apa yang harus aku lakukan untuk mereka, aku tak mengerti dan sulit untuk memahami. hari demi hari hanya terdiam, berusaha meraba melalui hati, menatap, melihat, bertanya dan menjawab sendiri. Waktupun tak terbuang begitu lama untuk mejadi paham dan mengerti, waktu terus melaju memberi jawaban atas semua pertanyaanku, mengerti dan terus makin mengerti, paham dan bahkan aku ingin sekali segera menjalankan apa yang menjadi tugasku, dan sungguh aku baru tersadar, inilah sebagian dari yang aku inginkan dalam hidup ini.

Mereka orang-orang yang ada disekeklilingku kini, yang selalu berbagi senyum dan salam,,, adalah mereka orang-orang yang ingin merajut mimpi  atau mereka yang pernah gagal dalam merajut mimpinya namun tak ragu untuk kembali bangkit, 
Namun Tuhan, dibalik ini semua Engkau tahu pasti bahwa sesungguhnya akupun tak jauh berbeda dari mereka. Ya,,, mereka yang selalu mencoba membungkus rasa dengan senyuman, entah rasa apapun itu,,, namun tak sedikit dari mereka terbungkus dalam senyum kekecewaan, dan Tuhan bukankah itu yang juga terjadi pada diriku selama ini, kecewa akan diriku sendiri, dan kecewa akan waktu yang pernah aku hempaskan sedemikian rupa. Aku terjatuh, tersungkur dan bahkan nyaris enggan menatap dunia, aku berteriak dalam hati dan mencoba untuk melepas rantai yang mencekik raga ini. Sendiri dan hanya sendiri mencoba untuk tetap dan terus bertahan, walau kesakitan makin merejam. Aku tak pernah sedikitpun terpikir aku akan tiba di waktu ini, kala itu hanya kesunyian makam yang kuinginkan, 

Kini semua itu benar-benar terlalui dan bahkan menjadi kekuatan terbesar untuk merangkul mereka, ya masa laluku yang tak berarti kini menjadi kalimat-kalimat motivasi yang bisa membuat mereka makin bangkit dan mampu mebingkai esok mereka lebih benderang. Kesabaran dan rasa ikhlas dalam melewati kesulitan hanyalah sebagian cerita di dunia, bukan untuk memghentikan langkah, namun untuk menjadikan langkah makin tertata. Hal terburuk sekalipun selalu menyisakan pelajaran yang begitu berharga. Banyak kisah, banyak cerita duka, sama raga namun berbeda sketsa semua itu benar- benar menjadi bagian dalam kehidupanku. Entah mengapa Tuhan berikan ini padaku, apakah karna Tuhan percaya aku sanggup melakukan ini, atau Tuhan sesungguhnya sedang memiliki rencana lain untukku. 
Terkadang aku merasa lelah, merasa tak sanggup dan merasa akupun masih perlu untuk terus berusaha tetap hidup, aku masih payah dalam mengartikan warna warni kehidupan dunia dan seisinya, aku hanya bertahan dari rangkaian kalimat yang tersusun dalam hatiku sendiri untuk membesarkan hatiku sendiri. Tapi apapun itu inilah kenyataanya, aku berada diantara mereka, dan bertanggung jawab akan mereka, membuat mereka tak terbungkus dalam senyum kepalsuan, dan memamstikan mereka akan seegera bertemu dengan mimpi yang mereka harap akan membuat mereka benar-benar merasa hidup kembali.

Ironis, tapi semua ini tak bisa dipungkiri, sementara mereka berharap besar aku mampu mewujudkan mimpi mereka,,, sesungguhnya disaat itulah aku telah menggapai mimpiku, memiliki makna walau hanya dalam sisa.
Lelah raga inipun akan seketika enyah saat mereka menatap dan berkata,,,"jika selama ini aku merasa hanya aku saja yang merasa kecewa,,, kini aku paham bahwa setiap orang pasti punya rasa itu dan aku sungguh tak mau diantara orang-orang yang gagal,, ataupun diantara orang-orang yang hanya bisa meratap,,, " ya ,,, hanya kalimat sederhana penuh keyakinan,,, hanya kalimat yang terlontar dari lidah tak bertulang ini,,,, kalimat yang hanya dengan begitu mudah dibuat,,,, namun sungguh memiliki makna dan bisa membuat semua yang telah berkeping - keping menjadi tersusun kembali,,, bahkan jauh lebih indah,,, mengapa tidak.

Tuhan,,, jika memang ini sudah seharusnya menjadi bagian dalam hidupku, aku akan ikhlas dan sabar untuk menjalani, aku akan berusaha terus berusaha sampai di batas kemampuanku. Jika dengan apa yang aku kerjakan kini bisa membayar semua jalanku yang pernah sesat, ijinkan aku untuk terus sanggup, jangan pernah Kau buat raga ini lemah dan merasa lelah, jangan buat aku terbisu oleh sebuah keaadaan, dan jangan pernah tinggalkan aku untuk terus bisa menuntun langkah mereka. Aku manfaatkan masa laluku kini untuk membuat mereka tak merasa sendiri dan walau sesungguhnya aku pun masih berjuang untuk rasa yang ku punya, tapi biarlah aku bersama mereka berjalan membahu dalam waktu. 

Tuhan, semua ini atas kehendakMu,,, dan hanya karenaMulah aku akan menjalani ini semua, buatlah aku terus sanggup hingga aku benar- benar seperti lampu yang menyala dan tak kan lagi ada artinya jika mentari telah tiba, biarkan aku tetap menjadi bintang yang akan terhiraukan kerlipnya kala purnama tiba, Tuhan,,berikan aku waktu walau sesaat untuk lebih bermakna,,, hingga raga tak bernyawa.
Tuhan ,, Terimakasih untuk kesempatan terindah ini, terimakasih untuk mimpi nyata dalam rupa ini dan aku takkan menuntut lebih banyak lagi, Engkau tak hanya sekedar memberi apa yang aku pinta, namun Engkau memberi apa yang aku butuhkan,,,

Terimakasih Tuhan,,,,,,,,

Kutowinangun, 14 November 2014, 22.25PM