Friday, 14 November 2014

jika tak berharga,, biarlah sekedar memiliki makna



Dua bulan lagi, genap setahun aku bersama orang-orang yang sebagian besar memiliki kegagalan dalam hidup, namun ingin kembali bangkit, bahkan ingin merajut mimpi yang lebih indah. Sungguh tak terasa, waktu begitu cepat berlalu dan bergulir. Tenagaku untuk apa yang telah aku lakukanpun,,,bukan tanpa harga. Namun jauh dari sekedar apa yang kudapatkan, semua yang aku temui dan aku jalani sungguh tak sengaja membuat mata hatiku makin terbuka lebar. Bayaran tenagaku yang disebut gaji, lebih dari cukup,,,,, dan selebihnya, sungguh aku tak menyangka betapa arti kehadiranku diantara mereka sungguh bermakna dan itu jauh lebih membuatku lebih merasa hidup.
Betapa tidak, selama ini aku hanya terbelenggu dalam kebimbangan,,,,mencari celah untuk sedikit merasakan arti dari sebuah kehidupan nyata, dan tak kusangka Tuhan tak hanya memberiku kesempatan, namun Tuhan sepertinya memberiku tanggung jawab yang begitu besar. Sungguh apa yang pernah aku impikan dalam hidup ini menjadi nyata dalam rupa. 
Walau diawal sempat aku tertegun, dunia apa ini, mengapa begitu banyak orang membagi salam dan senyum, mengapa mereka semua ada di tempat ini,,, apa yang harus aku lakukan untuk mereka, aku tak mengerti dan sulit untuk memahami. hari demi hari hanya terdiam, berusaha meraba melalui hati, menatap, melihat, bertanya dan menjawab sendiri. Waktupun tak terbuang begitu lama untuk mejadi paham dan mengerti, waktu terus melaju memberi jawaban atas semua pertanyaanku, mengerti dan terus makin mengerti, paham dan bahkan aku ingin sekali segera menjalankan apa yang menjadi tugasku, dan sungguh aku baru tersadar, inilah sebagian dari yang aku inginkan dalam hidup ini.

Mereka orang-orang yang ada disekeklilingku kini, yang selalu berbagi senyum dan salam,,, adalah mereka orang-orang yang ingin merajut mimpi  atau mereka yang pernah gagal dalam merajut mimpinya namun tak ragu untuk kembali bangkit, 
Namun Tuhan, dibalik ini semua Engkau tahu pasti bahwa sesungguhnya akupun tak jauh berbeda dari mereka. Ya,,, mereka yang selalu mencoba membungkus rasa dengan senyuman, entah rasa apapun itu,,, namun tak sedikit dari mereka terbungkus dalam senyum kekecewaan, dan Tuhan bukankah itu yang juga terjadi pada diriku selama ini, kecewa akan diriku sendiri, dan kecewa akan waktu yang pernah aku hempaskan sedemikian rupa. Aku terjatuh, tersungkur dan bahkan nyaris enggan menatap dunia, aku berteriak dalam hati dan mencoba untuk melepas rantai yang mencekik raga ini. Sendiri dan hanya sendiri mencoba untuk tetap dan terus bertahan, walau kesakitan makin merejam. Aku tak pernah sedikitpun terpikir aku akan tiba di waktu ini, kala itu hanya kesunyian makam yang kuinginkan, 

Kini semua itu benar-benar terlalui dan bahkan menjadi kekuatan terbesar untuk merangkul mereka, ya masa laluku yang tak berarti kini menjadi kalimat-kalimat motivasi yang bisa membuat mereka makin bangkit dan mampu mebingkai esok mereka lebih benderang. Kesabaran dan rasa ikhlas dalam melewati kesulitan hanyalah sebagian cerita di dunia, bukan untuk memghentikan langkah, namun untuk menjadikan langkah makin tertata. Hal terburuk sekalipun selalu menyisakan pelajaran yang begitu berharga. Banyak kisah, banyak cerita duka, sama raga namun berbeda sketsa semua itu benar- benar menjadi bagian dalam kehidupanku. Entah mengapa Tuhan berikan ini padaku, apakah karna Tuhan percaya aku sanggup melakukan ini, atau Tuhan sesungguhnya sedang memiliki rencana lain untukku. 
Terkadang aku merasa lelah, merasa tak sanggup dan merasa akupun masih perlu untuk terus berusaha tetap hidup, aku masih payah dalam mengartikan warna warni kehidupan dunia dan seisinya, aku hanya bertahan dari rangkaian kalimat yang tersusun dalam hatiku sendiri untuk membesarkan hatiku sendiri. Tapi apapun itu inilah kenyataanya, aku berada diantara mereka, dan bertanggung jawab akan mereka, membuat mereka tak terbungkus dalam senyum kepalsuan, dan memamstikan mereka akan seegera bertemu dengan mimpi yang mereka harap akan membuat mereka benar-benar merasa hidup kembali.

Ironis, tapi semua ini tak bisa dipungkiri, sementara mereka berharap besar aku mampu mewujudkan mimpi mereka,,, sesungguhnya disaat itulah aku telah menggapai mimpiku, memiliki makna walau hanya dalam sisa.
Lelah raga inipun akan seketika enyah saat mereka menatap dan berkata,,,"jika selama ini aku merasa hanya aku saja yang merasa kecewa,,, kini aku paham bahwa setiap orang pasti punya rasa itu dan aku sungguh tak mau diantara orang-orang yang gagal,, ataupun diantara orang-orang yang hanya bisa meratap,,, " ya ,,, hanya kalimat sederhana penuh keyakinan,,, hanya kalimat yang terlontar dari lidah tak bertulang ini,,,, kalimat yang hanya dengan begitu mudah dibuat,,,, namun sungguh memiliki makna dan bisa membuat semua yang telah berkeping - keping menjadi tersusun kembali,,, bahkan jauh lebih indah,,, mengapa tidak.

Tuhan,,, jika memang ini sudah seharusnya menjadi bagian dalam hidupku, aku akan ikhlas dan sabar untuk menjalani, aku akan berusaha terus berusaha sampai di batas kemampuanku. Jika dengan apa yang aku kerjakan kini bisa membayar semua jalanku yang pernah sesat, ijinkan aku untuk terus sanggup, jangan pernah Kau buat raga ini lemah dan merasa lelah, jangan buat aku terbisu oleh sebuah keaadaan, dan jangan pernah tinggalkan aku untuk terus bisa menuntun langkah mereka. Aku manfaatkan masa laluku kini untuk membuat mereka tak merasa sendiri dan walau sesungguhnya aku pun masih berjuang untuk rasa yang ku punya, tapi biarlah aku bersama mereka berjalan membahu dalam waktu. 

Tuhan, semua ini atas kehendakMu,,, dan hanya karenaMulah aku akan menjalani ini semua, buatlah aku terus sanggup hingga aku benar- benar seperti lampu yang menyala dan tak kan lagi ada artinya jika mentari telah tiba, biarkan aku tetap menjadi bintang yang akan terhiraukan kerlipnya kala purnama tiba, Tuhan,,berikan aku waktu walau sesaat untuk lebih bermakna,,, hingga raga tak bernyawa.
Tuhan ,, Terimakasih untuk kesempatan terindah ini, terimakasih untuk mimpi nyata dalam rupa ini dan aku takkan menuntut lebih banyak lagi, Engkau tak hanya sekedar memberi apa yang aku pinta, namun Engkau memberi apa yang aku butuhkan,,,

Terimakasih Tuhan,,,,,,,,

Kutowinangun, 14 November 2014, 22.25PM


Sunday, 28 September 2014

LELAH YANG TAK SEHARUSNYA

Matahari bersinar begitu indah, karenanya pagi begitu hangat sinarnyapun begitu benar- benar benderang. Lagi dan lagi, masih bisa kutemui hari dan mentari aku selalu berfikir hariku Akan terhenti mentari takkan bisa kupandangi lagi, namun ternyata Tuhan masih menginginkan aku untuk bermain di dunia milikNya, menikmati semua permainan, dan merasa kan semua rasa yang hanya ada di dunia ini. 
Walau sesungguhnya aku lelah dan ingin pulang, namun entah mengapa lagi dan lagi aku ingin selalu bertahan dan terus berharap bisa lebih lama ada disini. Mungkin karena banyak jawaban atas pertanyaanku yang belum aku temukan, atau mungkin karena memang belum waktuku untuk pulang. 
Namun Tuhan,,,, aku tak yakin apakah aku masih layak dan sanggup untuk bertahan saat ini, semua yang pernah kumiliki didunia ini,,,selalu berganti, selalu hilang dan lagi aku harus mencari, aku tak lelah,,, hanya saja kadang-kadang itu semua terlalu menyakitkan, betapa tidak,,, aku menyusunya dari tak berbentuk,,, hingga menjadi sebuah bagian, bagian demi bagian aku sentuh dengan penuh kasih dan sayang hingga menjadi sebuah kebahagiaan,,,,, dan tiba-tiba semua itu kembali jadi kepingan,,,,sekali lagi dan lagi aku memulainya,,, dan lagi semua menjadi kepingan bahkan kini nampaknya kepingan itu tak lagi layak untuk kembali aku susun. 
Adalah sebuah perjalanan hidup yang sangat tak mudah, cinta,,,, cinta yang telah meredam hati yang tenggelam dalam keputusasaan, yang menyelamatkan dari ketidak berdayaan yang telah merengkuh dari keterpurukan, kini entah kemana,,, entah dimana. Semua seperti kunang-kunang yang hanya hadir di malam hari,,,, terbang kian kemari diantara gelap, dengan sedikit cahaya yang hanya bisa membuat hati terhibur namun tak sanggup untuk membuat hati ini bertahan mengaguminya,,, karena ia terus berterbangan,,,dan menjauh dari pandangan, dan bahkan pergi menghilang entah kemana. Begitupun dengan derita cinta ini, semua telah dilalui bersama, suka dan duka membuat cerita cinta makin bermakna, menyerah dan bangkit lagi, terjatuh dan bangun lagi, selalu mencoba lagi dan lagi, mencari dan menelisik apa yang sebenarnya membuat cinta ini menjadi seperti kabut yang menyelimuti mega, selalu meyakini bahwa semua ini hanya sebagai pelengkap cerita. Terus menghibur hati, berusaha mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku tetap menjadi milikku, namun semua sudah tak lagi bisa, semua sudah tak menjadi yang seharusnya, semua sudah bagai cerita yang berakhir, seperti apa mencoba untuk sekali lagi mencoba,,, hanya sia-sia. 
Cinta yang dulu menjadi penyelamat dalam hidupku, kini telah benar-benar berlalu. Walau begitu apa yang kini tersisa hanyalah rasa syukur, setidaknya cinta yang pernah aku miliki telah sanggup membuatku mengerti bahwa inilah cerita hidup yang sesungguhnya, ini semua nyata, dan harus bisa diterima, bahwa hidup dan kehidupan tak selamnya sama, apa yang pernah kita miliki tidak selamnya menjadi milik kita, apa yang kita temuipun akan berlalu walau lagi kan kau temui,,, mungkin lagi kan berlalu,,, bagai siang dan malam, bagai rembulan dan mentari, bagai lembayung dan badai,,,,,terang dan kembali gelap,,,hujan dan berakhir dengan pelangi yang penuh warna. 
Apa yang kini ada hanyalah keyakinan apa yang kita temui pasti akan berlalu, apa yang pernah menjadi milik kita bisa saja terengkuh oleh waktu,,,,, kita bisa menemukanya,,, dan kitapun bisa kehilangannya,,, walau rasa yang tersisa 
hanyalah kesakitan, namun biarkan semua itu tetap menjadi bagian dari cerita hidup ini,,,,apapun itu Tuhan tak kan mungkin membuat naskah hidup kita tanpa makna, Tuhan takkan mungkin membuat cerita hidup ini tak beralur, air mata ada hanya untuk membuat mata kita lebih jelas menatap indahnya dunia, hati yang meredup hanya untuk membuat kita mengagumi ribuan bintang di dalam gulita, jiwa yang tersungkur hanya untuk menguatkan pijakan kaki kita diatas bumi, jika ada tawa, jika ada harapan, jika ada rasa ikhlas dan sabar,,,, jika ada TUhan yang selalu membuat cerita hidup kita sedemikian rupa, mengapa harus takut, kenapa harus ragu esok mentari tak sanggup ku tatap lagi, Tuhan tak pernah tidur, Tuhan tak pernah membuta, " Tuhan bisa mengukur sampai kapan aku menjadi pemeran yang selalu sanggup bertahan dalam kondisi apapun,,,,hingga aku berbisik Tuhan ,, "TUHAN AKU TAK SANGGUP LAGI,,,,".
Dalam hidup ini kita semua membangun mimpi, dan merajut harap dan semua itu tak mudah,,, semua itu penuh perjuangan,,, dan dalam setiap perjuangan selalu ada rasa kita harus mendapatkan apa yang kita perjuangkan, namun jika kita kembali ingat bahwa kita hanya seorang pemeran, perjuangan dalam kehidupan kita hanyalah bagaimana kita bisa menjadi pemeran yang baik, yang bisa menjalankan semua cerita yang telah disusun-Nya,,,, tidak lebih. Cinta dan air mata, harapan dan impian,,, semua takkan pernah padam,,, hingga nanti,,,, hingga Tuhan telah menentukan,,, "CERITA HIDUPMU TELAH BERAKHIR PULANGLAH,,,,,"


Sunday, 9 March 2014

Aku, Kami dan Mr.Thukul,,,,,,,,


Ini adalah kisah ku malam ini,,,,,ya lucu, ya nyebelin,,,ya aneh,,,,,adalah Mr. Thukul Arwana,,,dengan berbagai macam acara televisi, yang penuh dengan humoris dan ada salah satu acaranya yang bersyrat misteri,,yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta. Dimana mengangkat cerita-cerita misteri atau suatu kejadian di tempat-tempat tertentu di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Dan inilah kisahku dengannya yang dimulai dari  malam kemarin, Malam Jumat, 8 Maret 2014, Mr.Thukul dan rombonganya ,,,memilih lokasi syuting untuk salah satu acaranya di televisi swasta tidak jauh dari rumahku tepatnya di "Makam Arumbinang" yang letaknya di Kampung Kebejen, Kuwarisan Kutowinangun Kebumen. Saya akan menceritakan tentang Makam tersebut di suatu hari nanti. 

Kampungku namanya Kauman letaknya berhadap-hadapan dengan kampung Kebejen, hanya perlu keluar rumah dan akupun sudah bisa melihat dengan jelas peristiwa apa yang sedang terjadi di kampung Kebejen.
Tepatnya dimalam tersebut diatas, membuat aku merasa terganggu, suara motor hilir mudik dengan berbagai macam suara knalpot yang tak ramah. Belum lagi suara anak-anak berteriak-teriak, begitu ramai malam itu, ada apa gerangan,,,,,???? suasana itu memaksaku untuk melihat keluar rumah, dan ternyata, sungguh ramai orang hilir-mudik hiruk pikuk, penuh senyum dan nampak bersemangat,,,,,dan sementara aku,,,,masih bertanya dalam hati,,,,ada apa sebenarnya,,,,,,akhirnya ,,aku putuskan untuk bertanya pada seorang ibu-ibu yang lewat,,,,,,"Ibu,,,ngapunten,,,,niki enten nopo nggih,,,kok rame sanget "(ibu,,,ini ada apa,,,,kok rame sekali,,,,dan jawab ibu itu,,,,owalah mbaa,,mboten ngertos nopo,,,,onten Mr.Thukul sek teng tptp niko mba,,,,,nggoh bade nderek ningali mboten (owalah mba,,,ada Mr.Thukul yang di tv itu loh mba,,,ayok mau ikut lihat nggak,,,,),, akupun sejenak tertegun dan berkata dalam hati,,,hemmm,,,kiraainnnn ada apa ,,,ternyata cuma si Mr.Thukul....dan ibu itupun kembali mengajakku,,,nggoh mba nggoh,,(ayok mba yok,,,,),,,dan kujawab dengan cepat,,,mboten mboten bu,,,maturnuwun,,,mangke kulo susul monggoh ibu riyen,,,,(nggak nggak bu,,,makasih,,,silahkan ibu duluan,,,nanti saya susul,,,, ). 

Setelah ibu itu berlalu pergi,,,akupun kembali memandangi keramaian sambil kembali berkata dalam hati,,,,,hemmm apaa hebatnya Mr.Thukul itu,,,sampai segitunya,,,,heheheheh,,,,lagian, mereka berdesak-desakkan begitu,,,apa ya terus bisa bertatap muka, terus bisa ngobrol, paling-paling ya cuma di masa bodoin sama Mr.Thukul,,,,,sambil terus berkata dalam hati akan keramain diluar akupun kembali kekamarku. Sembari mendengarkan musik. Sedikitpun aku tak merasa tertarik untuk turut berdesak-desakkan hanya sekedar untuk melihat Mr,Thukul. Waktupun berlalu, keramaianpun mulai sirna, MrThukul telah meninggalakan lokasi syutingnya,,,,dan mentari pagipun memebuatku terbangun dari malamku yang sedikit terusik.

Dan rupanya tentang Mr.Thukul, tak hanya berhenti hanya sampai diakhir malam Jumat itu, namun masih terus banyak suara yang menceritakan kejadian semalam tentangnya, dan akupun masih terus berbicara dalam hati,,,,"yaaa ampunnn,,,ini orang-orang, bener-bener dehhh, sahut menyahut silih berganti gak ada habisnya soal semalam,,,," aku sempat menagkap senyum ceria di wajah-wajah orang-orang itu,,,walaupun aku tak yakin mereka bisa bertatapan langsung atau bahkan bersalaman dengan Mr.Thukul,,,,dia kan artis,,,paling juga cuekkk,,,,hatiku kembali berkata sendiri,,,,. Jumat dan malamnya terlalui, Sabtu pagi hingga sore hari,,,kesibukan memaksaku untuk tak menghiraukan kejadian-kejadian yang sama sekali tak membuatku tertarik, bahkan aku tak merasa sedikitpun bahkan bertemu,,,untuk melihat saja ,,,,saya tak ingin.

Sabtu sorepun tiba, belum ada rencana entah mau kemana malam minggu ini, hingga tiba-tiba kakak iparku suami dari kakak perempuanku mengajak untuk jalan-jalan bersama sekedar untuk melepas penat, akupun memutuskan untuk ikut, dan pergilah kami semua (aku, sepupuku, ponakanku, kakak dan kakak iparku). Kami memutuskan untuk menuju alun-alun di kota kami ,,,,Alun-alun Kebumen,,,aku hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai kesana. Setelah putar-putar cari lokasi untuk memarkir mobil,,,,akhirnya ada juga tempat yang kosong,,,,maklumlah malam minggu ,,jadi ramai sekali. Setelah kami turun dari mobil, melihat beberapa atraksi, mengikuti ponakan-ponakan untuk bermain aneka mainan ini dan itu,,,,akhirnya laparpun menghampiri. Tujuan kami adalah tempat makan langganan,,, siomay yang letaknya dialun-alun sebelah barat,,,persisi di depan Masjid Kauman (kebetulan namanya sama dengan kampungku). Makanan dan minumanpun dipesan,,,,,,beberapa pengamenpun datang,,,dan akupun seperti biasanya selalu turut serta bernyanyi dengan mereka,,,,,. Belum lama kami duduk disitu,,,,tiba-tiba pemilik warung berkata,,,,,"mba,,,masss,,,ngapunten,,,badhe tutup gasik,,,badhe ningali Mr.Thukul,,,,,,"(mba ,,,mass,,,maaf mau tutup lebih awal,,,mau lihat Mr.Thukul,,,,), dan sontak hatikupun kembali terkejut,,,,,hahhhhh,,,,masih soal itu,,,hadewwhhh gak ada habisnya ,,,,kirain suadah meninggalkan Kebumen si Mr,Thukul itu,,,ternyataaa masih ada acara syuting lagi disalah satu lokasi di Kabupaten Kebumen,,,kamipun harus cepat-cepat habiskan makanan itu.

Entah apa yang terbesit dipikiran kakak iparku malam itu, Iapun melontarkan idenya,,,untuk ikut melihat Mr.Thukul yang katanya malam ini akan syuting di daerah sekitar Kabupaten Kebumen, dan entah kenapa semuanya setuju dengan idenya,,,,lalu iparkupun bertanya sama si pemilik warung tentang lokasi tepatnya Mr.Thukul syuting. Dan dengan berat hati akupun hanya mengikuti suara terbanyak,,,,walau sebenarnya aku sungguh sangat sebal. 

Mobil kamipun meluncur kelokasi,,,,tak jauh dari alun-alun, tepat di sebuah Hotel yang masih baru di Kebumen, nampak orang-orang berkerumun dan berdesak-desakaan,,,,rupanya mobil Inova warna putih adalah rombonganMr.Thukul meluncur keluar hotel menuju ke utara, sementara kami keselatan,,kami hanya berpapasan, dan akhirnya kakak perempuanku bertanya kesalah satu ptugas pengatur lalulintas,,,,, "pak,,,,lokasi Mr.Thukul syuting mana yaa,,,,,"petugas itupun menjawab,,,,"itu tadi ,,,mobil putih rombonganya mba,,,hendak ke semarang ,,,,untuk kembali ke Jakarta,,,,syuting dibatalkan,,,,",,,owwhhh (dengan nada dan raut sedikit kecewa dimuka kakaku),,,,,makasih pak,,,",,,,"iya sama-sama mba ,,,"..jawab si petugas,,,,,semua yang ada di mobil,,,kecewa,,,ponakan-ponakankupun tak hentinya melontarkan kekecewaan mereka karena tak bisa hanya sekedar lihat Mr.Thukul,,,,,hanya aku yang dengan santainya dan sibuk sendiri dengan Blackberryku,,,,dan berkata dalam hatii,,,,'heheheh ,,,emang enakkkk,,,,"

Mobilkupun terus melaju ke selatan,,,,mencari jalan,,,yang pada akhirnya arah kami akan sama (satu arah dengan Mr.Thukul),,,,,hanya saja kami malas berputar di situ karena jalan terlalu padat,,,,kami melaju keselatan,,,hanya butuh satu belokan,,,kami berada di jalur yang sama dengan Mr.Thukul,,,,,,,suasana dimobil masih riuh memperbincangkan Mr.Thukul,,,,,hingga tiba-tiba sepupuku berkata,,,,,"heyyyy,,,itu mobil yang tadi,,,itu mobil Mr.Thukul,,,,," mobil Mr.Thukul berhenti di depan sebuah ATM,,,,(kemungkinan besar untuk mengambil uang),,,,,,mobil kami melaju kencang,,,dan menyalipnya,,,,namun tiba-tiba,,,,seetttttttt,,,,,,hahhhhh,,,iparku menghentikan mobilnya,,,,,mundur mundur dan mundur,,,mendekat ke mobil Mr.Thukul,,,,,tempat itu sangat sepi,,,,hanya ada beberapa motor hilir mudik,,,,,seisi mobil tertegun,,,,apa yang hendak dilakukakn iparku,,,,,mobil makin dekat,,,dan setttt,,,,,berhenti,,,,salah satu ponakanku yang duduk di kelas 4SDpun,,,berteriak,,,"buka pintunya,,,aku mau keluar,",,,,akupun berusaha mencegah,,,,"haaahh,,,tidak tidak,,,mau ngapain,,,," jawabnya,,,"aku mau salaman sama Mr,Thukul,,,',,,,"itu belum tentu Mr.Thukul' jawabku,,,,,,namun ternyata ,,,,suaraku tak dihiraukan,,,iparku yang sama nekadnya dengan ponakankupun turun dan mendekati mobil itu,,,,,,.kemudian diikuti kakakku,,,,sepupuku dan ponakan-panakan lainya,,,,dan akupun ada di nomer urut terakhir,,,dengan langkah yang berat,,,,,,mereka nampak ragu dan takut,,,ku coba peringatkan mereka,,,,"jangan mendekat,,,takut dikira mau ngapa-ngapain,,,sudah ayokkk,,,kembali ke mobil,,,,"dan lagi suaraku hanya sia-sia,,,,,,dan haaaahhhhhhh,,,,,tiba-tiba ,,,jendela mobil putih itupun dibuka,,,,ada suara memanggil dari dalam mobil,,,,,,"heyyy mari sini,,,,,",,,merekapun berlari mendekat,,,,dan aku,,,akupun ikut turut serta berlari mendekat,,,,mungkin karena aku selalu sambil bergumam dalam hati,,,akupun tersandung dan jatuhhh,,,heheheheheh,,,,,,semua tertawa terbahak-bahak,,,,,. . Mr.Thukul memanggil kami,,,mengulurkan tangan dan tesenyum ,,,,,kakakku bekata "hanya ingin salaman saja om,,,,",,,,dan Mr.Thukulpun menjawab,,,"iya iya,,,,,mari sini,,,,,".....tak hanya Ia yang membuka jendelanya,,,tapi juga seorang kakek yang biasanya turut serta terlihat dalam acara Mr.Thukul itu,,,,(aku tak begitu paham,,,karena aku tak begitu tertarik pada Mr.Thukul dan acara-acaranya). Namun entah mengapa ,,,akupun menikmati saat-saat itu,,,,,bersalam salaman,,,,dan aku paling antusias untuk berfoto dengan Mr.Thukul hanya sekedar untuk dokumentasi,,,,,namun mungkin karena selama ini aku selalu berburuk sangka dengan Mr.Thukul,,,,dan selalu berkata dalam hati tentangnya,,,,kakakkupun lupa menyalakan blitz di kamera blackberryku,,,,,akibatnya,,,dokumentasi gagal total,,,semua nampak gelap.

Beberapa menit terlalui dengan beberapa obrolan,,,hingga kami putuskan untuk pamit,,,,,sampai mobil kami melaju pergi,,,mobil Mr.Thukul masih belum meninggalkan lokasi.,,,,Dan tentu saja,,,,didalam mobil kami,,,sontak tersenyum ceria dengan rasa tidak percaya,,,,,tidak terfikir sedikitpun pada akhirnya tak hanya sekedar melihat Mr.Thukul,,,,bahkan bersalaman dan disertai sedikit obrolan,,,gelak tawa ponakkan-ponakankupun terdengar syahdu dan nampak keceriaan yang sangat polos. Jangankankan ponakkan-ponakanku,,,ipar ,,,kakak dan sepupukupun,,,tak henti-hentinya tertawa puas. Dan aku,,,,kembali ku berkata dalam hati,,,,,"terjawab sudah tanyaku sejak kemarin,,,mengapa mereka antusias walau hanya sekedar melihat Mr.Thukul....ya,,,,mungkin karena Ia memang orang yang baik,,,,dan aku telah berburuk sangka dengan selalu bergumam dalam hati,,,,berfikir bahwa seorang artis pastilah sombong dan congkak,,,,jangankan untuk bersalaman,,,untuk melihatnya dari dekat saja ,,,,belum tentu dikasih ijin,,,,,tapi tidak dengan Mr.Thukul.....Ia tak hanya memberi kesempatan kami melihat dan bersalaman dengannya,,,bahkan Ia memanggil kami,,,dan tersenyum dengan ramah.

Tuhan sungguh maha adil,,,,,Ia berikan kekurangan pada diri seseorang,,,namun Ia memberi kelebihan,,,,bahkan tak sekedar kelebihan,,,,Mr.Thukul,,,telah memberikan pelajaran bagiku,,,,Tuhan telah memberikan Ia kelebihan untuk bisa membuat orang-orang mengaguminya,,,tidak sekedar dari profesinya,,,namun dari sikap respect nya,,,,,mungkin Ia seorang artis yang banyak dikagumi orang,,,namun ia tetap punya hati untuk menghargai sesama,,,,,,dan aku,,,,aku tak perlu lagi punya rasa buruk sangka,,,,karena sungguh itu adalah hal yang tidak baik,,,,dan Tuhanpun ,,,,telah menegurku,,,diantara mereka hanya aku yang tersandung dan jatuh,,,,saat mendekat ke Mr.Thukul,,,,,,hehehhehehe,,,maaf ya Mr.Thukul aku talah berburuk sangka akan dirimu.,,,,,,.Mobil kami meluncur pulang,,,tanpa dokumentasi dan hanya segenggam cerita,,,,sampai rumahpun kami semua masih tak hentinya berfikir akan tingkah konyol kami namun membuahkan hasil.

Pangkat, jabatan, popularitas dan harta,,,,boleh jadi membedakan kita,,,,tapi satu yang tidak akan pernah berbeda,,,,saya, kamu,,,Mr.Thukul dan rombonganya,,,,,kita semua,,,adalah sama di hadapan-Nya. Tak perlu berburuk sangka,,,biarlah kita tahu semampu kita tahu akan diri seseorang,,,,dan selebihnya adalah urusan-Nya,,,,,.Dan sampai disinilah cerita penuh rasa yang saya ingin bagikan,,,semoga ada manfaatnya dan bisa diambil hikmahnya. Selamat malam dunia dan "THANK YOU FOR YOUR SMILE" life.

Kauman, Kutowinangun, Kebumen, 9 Maret 2014 03:30AM

Friday, 28 February 2014

sesalmu takkan membuatnya kembali,,,,,,,,

tempat sang suami menghabiskan waktu

Adalah sebuah kisah nyata yang mengiris hati, tanpa menyebutkan nama dan alamat lengkap, berharap kisahnya bisa menjadikan sedikit renungan.
Betapa tidak kita ingin sebentar saja merenungkan akan kisahnya, jika selama ini mungkin hanya aku temui kisah seperti ini dalam cerpen atau sinetron. Tapi ini sungguh benar terjadi, dan membuat jidat berdenyut dan kepala merunduk , bahkan wajahpun tak terasa akan menjadi kuyup, tak mampu mengeluarkan kata dan hanya diam berbisik dalam hati,,,,,"owh betapa sungguh entahlah jika itu aku yang mengalami,,,,".

Ya,,,,tinggalah sepasang suami istri yang tak lagi muda namun juga belum begitu tua,,,,antara 40-45 tahun usia mereka. Perkawinan tanpa dikarunia anak, nampak seperti tak masalah buat mereka. Sang istri sibuk bekerja disebuah perusahaan swasta, dan sang suami selalu rutin menunaikan tugasnya sebagai seorang pendidik. Mungkin karena memang usia perkawinan mereka yang telah cukup lama dan tak kunjung memiliki keturunan, dan bahkan memang mereka mungkin sudah optimis untuk memiliki keturunan, atau entahlah, namun mereka memutuskan untuk memiliki rumah yang tak begitu besar, sekiranya hanyalah cukup untuk mereka berdua berteduh.

Badan tegap dan gagah sangatlah cocok jika sang suami sebagai pendidik olahraga ditingkat sekolah dasar. Suaranya yang keras dan sifatnya yang kadang sedikit mendapatkan hujatan tetangga atau teman sejawatnya, tak membuatnya berhenti memberikan senyum, dan jika kita fikir kembali, itulah watak sesorang dengan kebaikan dan keburukanya, karena walau begitu sesungguhnya ia adalah pribadi yang baik, penyayang dan suka membantu siapapun yang membutuhkan dan apapun itu selama ia mampu. Tak jarang pula ia membuat siapa saja yang sedang kalut, terbahak oleh celotehan dan senda guraunya. Meskipun sungguh beberapa hal darinya sangat menyebalkan. Tapi itulah manusia yang sewajarnya "dua keping mata uang ". 

Paragraph diatas adalah sosok sang suami, dan paragraph ini adalah tentang sang istri. Cantik dan suka bercanda dengan beberapa hal yang menjengkelkanpun adalah pribadi yang Ia miliki. Walau Ia cantik, namun sifatnya yang tidak perduli dengan sekitar ataupun anak-anak nampak jelas pada dirinya. Walaupun jika sudah bercanda sungguh menjadi-jadi. Ia hanya mengikuti sosial dalam bermasyarakat alakadarnya, Ia lebih suka diam dirumah setelah pulang beraktifitas. Menyapa dan berbagi senyumpun alakadarnya.

Dan disinilah kisah dimulai, rumah sederhana mereka berada tak jauh dari sebidang sawah milik pemerintah. Bentuk sawah yang kotak dengan empat sudut, berdampingan dengan rel kereta api,,,,ujung barat dari sawah adalah sebuah stasiun kecil, dua sudut kosong, dan satu sudut lagi terdapat sebuah taman kecil, dengan tempat duduk terbuat dari bambu,...alakadarnya ,,,dengan pohon yang rindag dan layaknya sebuah taman, rumput jepang, aneka bunga dan batuan yang dihias nampak sangat menyenangkan untuk sejenak bersantai. Tapi tidak sejenak buat sang suami, sebagian waktunya Ia habiskan untuk duduk disitu, selepas pulang bekerja. Anak-anak yang bermain sesuai musimpun selalu merasa tenang akan keberadaanya, karena setiap saat mereka dalam kesulitan, tak harus berlari pulang untuk memanggil ayah mereka, entah untuk mengambil layang-layang yang menyangkut dipohon, untuk memebantu menaikkan layang-layang supaya bisa terbang atau apa sajalah. Ia selalu ada, dan bahkan tak jarang motor maticnyapun dijadikan medianya untuk mendekatkan diri pada anak-anak, berjuta rayuan Ia lontarkan supaya setiap anak dekat denganya. 

Sekilas semuanya nampak baik, senyum dan cara Ia bersosialisasi, mampu meluruhkan sifatnya yang nampak keras dan galak. Ia hanya nampak seram, tapi sesungguhnya Ia pribadi yang baik, dan Ia nampak baik-baik saja, tapi sesungguhnya hatinya,,,entahlah. Namun fakta teungkap setelah semua telah berlalu.
Sebenarnya adalah sebuah pertanyaan besar bagi kami semua yang ada disekelilingnya, mengapa Ia menghabiskan sisa waktunya disudut sawah itu selepas bekerja, ya,,,selepas bekerja,,,hingga petang dan bahkan hingga tengah malam. " Kenapa, mengapa, bagaimana dengan istrinya dirumah bukankah Ia hanya sendiri,....????". Namun pertanyaan itu, sungguh tak mungkin terlontar dari bibir kami, walaupun ternyata sesungguhnya ada seseorang yang tau persis akan dirinya, yaitu orang yang Ia percaya untuk menampung keluh kesahnya, dan yang lainya biaralah hanya sekedar bertanya-tanya, dan kamipun takkan bertanya walaupun kami bisa meraba.

Ternyata rabaan kami tidak salah, ketidak harmonisan dalam rumah tangganya adalah peyebabnya, entah belum dikaruniai seorang anak, materi atau entah kami tak mengerti. Tapi yang nampak jelas adalah ketidak perdulian sang istri terhadapnya. Dan Iapun hanya diam, dan memilih hal-hal seperti tersebut diatas, Ia nampak semuanya sungguh baik-baik saja, tak ada duka ataupun rasa ingin berontak. Ia nampak tidak memperdulikan hal itu walau sesungguhnya hatinya hancur bagai serpihan. Mungkin Ia memnag menyadari jika itu sifat orang yang sangat Ia cintai, atau memang Ia tak ingin orang lain tahu bahwa sesungguhnya hatinya lemah, atau memang itulah caranya menjaga hubunganya supaya tetap terjaga dengan baik, atau,,,,entahlah, Ia memiliki pilihan untuk mengatasi itu semua dengan caranya sendiri.

Hingga pada suatu siang, yang diawali dengan pagi yang nampak menjadi pemandangan aneh bagi kami semua. Ia nampak mesra dan bahagia sekali dengan istrinya. Ya sebelum waktu itu tibapun kami sudah ternganga, dengan ceritanya tentang sang istri yang minta pergi singgah ke laut sepulang dari berkunjung dirumah familinya, ceritanya nampak membuat Ia bahagia, senyumnya lepas dan kamipun turut senang. Dua hari setelah itu di pagi yang belum jelas apakah mentari akan muncul atau hujan akan segera datang, kamipun kembali melihat mereka berboncengan dengan sepeda motor maticknya. Dan kami tak mengira, ternyata sang istri hendak mengantarnya kedokter praktek di daerah yang tak jauh dari daerah kami. Sang suami ternyata sakit, pak guru olahraga yang baru tersenyum lepas, dengan postur tubuhnya yang tegap, sakit tiba-tiba.

Dan masih dihari yang sama, di siang hari, kala saat semua anak-anak sekolah kembali pulang kerumah, kala mentari akhirnya tepat ada diatas kepala, kala hari itu adalah hari terburuk bagi waraga kampung kami. Sang suami terkapar tak bernyawa, tanpa seorangpun mengetahui hal itu. Sesungguhnya sang istri sedang sangat memperhatikannya, Ia sesungguhnya tak ingin pergi untuk bekerja, namun sang suami berkata , "pergilah,,,,aku merasa lebih baik sekarang,,,jika aku membutuhkan sesuatu dan tak mampu,,,aku akan menghubungimu,,,,," karenanya istripun memutuskan untuk pergi bekerja. Dan entah mengapa perasaanya tak enak dan memaksanya untuk sejenak pulang, dan ternyata, perasaanya tidak salah ,,,Ia tak hanya sejenak pulang untuk melihat bagaimana kondisi sang suami,,,,namun Ia harus berteriak sekuat tenaga,,,membuat kami semua terjaga dan lari mendekatinya.

Sang suami terkapar tak bernyawa, diruang tamu, tanpa seorangpun tahu. Jika perasaan sang istri tak menuntunya pulang ,,,,,sungguh takkan ada yang tahu. Lngit biru nampak lengang, kepanikan dan kerumunan membuat sang istri makin tak mampu mengendalikan emosi. Birunya langit dan ucapan kami semua tak mampu menenangkan sang istri. Wajarlah, semua begitu cepat terjadi, dan tak seorangpun mengira ini semua terjadi. Sang suami pergi untuk selamnaya didetik-detik dimana Ia sangat merindukan sang istri,,,,,dan sejenak baru Ia rasakan. Tak hanya meninggalkan duka bagi sang istri, kami semua merasa sanagt kehilangan. Terlebih bagi sang istri, ada penyesalan tertinggal, ada rasa bersalah yang tak kan lekang oleh waktu ada rasa yang sulit terungkap ada rasa yang bahkan air matapun tak sanggup mewakili kesedihanya. Ia tak menyesal akan keputusan Tuhan, Ia menyesal akan hari-harinya yang telah ia sia-siakan tanpa perduli padanya, jika sebelumnya, pada saat itu Ia hanya menahan rasa yang Ia miliki,,,,kini tidak lagi, Ia telah ungkapkan semua penyesalanya, walau hanya sia-sia, waktu takkan pernah membuatnya kembali, walaupun sang istri berjanji akan memberikan cinta kasih dan perhatian yang lebih, namun sungguh itu tak mungkin. Ratapnya hanya sia-sia seperti halnya Ia telah menyia-nyiakan kesempatan yang seharusnya Ia gunakan sebaik mungkin.

Dalam kesendirianya kini, hanya doa-doa yang Ia panjatkan, walau kini Ia nampak lebih tegar, namun hatinya masih sulit menerima akan apa yang telah Ia lakukan selama ini. Kini tak ada lagi sosoknya, tak ada lagi sesorang yang selalu duduk disudut sawah, tak ada lagi sosok penolong anak-anak, tak ada lagi sosok yang nampak galak namun sungguh penuh kasih. Waktu berlalu, hari berganti, sesal sang istri masih selalu menyelimuti. Walau sejenak sang istri sempat membuat suaminya merasakan apa yang seharunya Ia rasakan selama ini, membuat sang suami merasa lebih berarti, namun sesungguhnya itulah saat-saat Ia akan pergi dan takkan pernah kembali. Tuhan memnaggilnya pulang, dan Iapun harus pulang.

Kini, hanyalah renungan sejenak, bagi sang istri dan kami semua, jangan pernah menyia-nyiakan setiap detik terindah yang kita miliki, jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang tulus ikhlas mencintai dan mengasihi kita. Adalah hal yang wajar bahwa setiap orang memiliki kekurangan, terimalah dengan hati yang luas seluas samudra. Kelebihan seseorang tak selalu nampak, hanya kekurangan seseorang yang akan selau menjadi topik utama, dan kelebihanya hanya akan menjadi salah satu paraghraph, itulah adanya manusia. Sesal tak pernah diawal, namun jika kita sejenak saja bisa memahami akan waktu yang diberikan Tuhan akan selalu menjadi kenangan yang takkan pernah bisa kembali atau terulang lagi, bahkan terindah atau terburuk sekalipun mungkin sesal itu takkan pernah ada. Waktu takkan pernah kembali, sesalpun tak ada arti.

Kutowinangun, 28 Februari 2014 16:10PM